Wow, Bangun Hotel Burung Walet, Pengusaha Ini Raup Untung Besar

Siapa kira keputusannya mengubah bangunan hotel empat lantai jadi “hotel burung wallet” juga akan berbuah manis. Walau sebenarnya, pada 2006 tingkat tempat tinggal hotel di lokasi perbatasan Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, cukup tinggi.

Wow, Bangun Hotel Burung Walet, Pengusaha Ini Raup Untung Besar
Wow, Bangun Hotel Burung Walet, Pengusaha Ini Raup Untung Besar

Hal tersebut mengingat tingginya arus jalan raya orang serta barang dari Nunukan menuju Malaysia maupun demikian sebaliknya. Nunukan adalah kota transit untuk TKI yang juga akan menuju Malaysia.

“Dulu belumlah ada yang berfikir membuat sarang burung walet. Ini banguna awal sarang walet, ” tutur Surianto, entrepreneur walet dari Sebatik, Minggu (26/11/2017).

Ketentuan merubah bangunan hotel empat lantai jadi sarang burung walet di ambil sesudah orang-tua Surianto bertandang ke Kota Jambi. Di kota itu waktu itu tengah ramai usaha burung walet.

Harga jual sarang burung walet di Jambi waktu itu menjangkau Rp 27 juta per kg. Sesaat di Sabah, Malaysia, harga nya menjangkau Rp 35 juta per kg. Dengan ketidaksamaan harga itu, Surianto belajar usaha sarang burung walet.

Terkecuali di Jambi, hotel spesial burung walet banyak juga dibuat di Berau serta sebagian kota di Malaysia. ” Di Sebatik belumlah ada, ” kata Surianto.

Pemasaran

Hanya satu tempat penjualan sarang burung walet yang paling dekat dengan Sebatik waktu itu yaitu Malaysia. Terlebih, harga jual di Malaysia lebih tinggi. Tetapi, sekarang ini konsumen dari Jakarta serta Surabaya juga seringkali berburu sarang burung walet ke Sebatik. Harga yang di tawarkan juga cukup kompetitif.

Surianto menyebutkan memerlukan saat tiga th. untuk dapat panen sarang walet dari bangunan “hotel burung walet” yang dibuatnya.

Tetapi, untuk menjaring hargaburung walet bermalam di hotel kepunyaannya, dia menyebutkan, cuma diperlukan watu tiga bln. karna waktu itu burung walet begitu banyak serta cuma bersarang di alam liar.

Waktu panen awal, dia memperoleh 1 kg sarang walet seharga Rp 27 juta rupiah per kg. Panen paling baik yang pernah dirasaan entrepreneur asal Sebatik ini yaitu 12 kg yang dihimpun kurun waktu 1, 5 bln. karna karena sangat banyak burung walet yang bermalam di hotelnya.

Sayangnya, harga sarang walet waktu itu cuma Rp 12, 5 juta. Dalam satu tahun, rata-rata pendapatan sarang walet dari hotel burung waletnya penghasilkan minimum 20 kg sarang walet. Harga sekarang ini menjangkau Rp 14 juta sampai Rp 20 juta per kg.

Mulai sejak waktu itu, warga di Sebatik Kabupaten Nunukan mulai ikuti jejak Surianto dengan membuat bangunan spesial burung walet. Bahkan juga ada yang membangunnya di kolong tempat tinggal.

Ketentuan

Sebatik adalah pulau yang terdiri pada Indonesia–Malaysia yang luasannya menjangkau lebih dari 433 km.. Di Sebatik Indonesia, ada lebih dari 100 bangunan sarang walet yang dibuat.

Sayangnya, pemerintah daerah belum juga mempunyai ketentuan daerah untuk mengatur kehadiran bangunan sarang burung walet. Walau sebenarnya, tingginya harga sarang burung walet di market dapat di pastikan juga akan menyumbang pendapatan asli daerah yg tidak sedikit.

” Kami berharap DPRD serta Pemerintah Daerah selekasnya menggodog ketentuan daerah itu. Hal semacam ini untuk menanggung kepastian usaha sarang walet untuk entrepreneur serta pemerintah daerah dapat memperoleh pendapatan asli daerah dari situ, ” kata Surianto.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *