Sudahkah Menghitung Biaya Bulanan Untuk Tinggal di Apartemen?

Laju pertumbuhan ekonomi yang tumbuh sangat pesat dalam dua tahun belakangan membuat Kota Semarang secara tidak langsung menjadi penyangga utama laju pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah. Tak hanya pertumbuhan ekonomi saja yang maju, pertumbuhan penjualan apartemen di Kota Semarang pun diprediksi akan semakin membaik dan melaju pesat di tahun-tahun berikutnya.

Kondisi ini tak lain dikarenakan semakin meningkatnya kebutuhan tempat tinggal bagi pendatang maupun keluarga baru di Kota Semarang. Jika Anda belum mempunyai budget yang cukup untuk membeli sebuah unit apartemen, tak perlu cemas karena Anda bisa memilih untuk sewa apartemen di Semarang kepada para pemilik unit apartemen yang menyewakan unitnya.

Sudahkah Menghitung Biaya Bulanan Untuk Tinggal di Apartemen?

Perlu digaris bawahi bahwa keputusan untuk sewa apartemen di Semarang ini memiliki berbagai konsekuensi. Setiap orang tentu saja mempunyai pertimbangan tersendiri mulai dari biaya sewa, lokasi apartemen, jarak dari apartemen menuju tempat Anda beraktifitas, fasilitas apartemen, maupun lingkungan yang ada di apartemen tersebut. Ada satu hal yang mungkin sering diabaikan beberapa kalangan bahkan Anda sekalipun ketika memilih untuk tinggal di hunian vertikal yakni perhitungan biaya yang harus Anda keluarkan setiap bulannya. Bagi Anda yang menyewa unit apartemen, perlu Anda ketahui bahwa ada biaya lain-lain yang harus Anda bayar setiap bulannya selain biaya sewa unit itu sendiri dan tentu saja biaya lain-lain ini akan cukup ekstra merogoh kocek Anda.

Apa saja yang mencakup biaya lain-lain yang perlu Anda bayar setiap bulannya tersebut? Yang pertama ada biaya pemeliharaan atau biasa disebut maintenance fee, biaya ini Anda bayarkan kepada pengelola apartemen guna menjaga pengelolaan operasional gedung, keamanan, kebersihan, membayar gaji para petugas perawatan gedung, dan sebagainya. Kemudian yang kedua ada biaya sinking fund yang sesungguhnya hampir sama dengan maintenance fee, akan tetapi yang membedakannya adalah sinking fund ini merupakan biaya pemeliharaan fasilitas yang lebih spesifik seperti saluran udara, saluran air, genset, dan lift. Perlu Anda ketahui bahwa biasanya semakin tua umur apartemen Anda, maka semakin besar pula biaya sinking fund yang harus Anda bayar kepada pengelola apartemen. Perhitungan untuk biaya sinking fund ini dihitung berdasarkan luas unit apartemen Anda, jadi misalkan biaya sinking fund di apartemen Anda Rp10.000 per meter persegi dan luas unit apartemen Anda sekitar 25 meter persegi, maka biaya sinking fund yang harus Anda bayarkan kepada pengelola sekitar Rp250.000 setiap bulannya.

Ternyata tak hanya kedua biaya itu saja yang harus Anda penuhi, masih ada biaya lainnya yang juga menjadi kewajiban Anda setiap bulannya kepada pengelola apartemen jika Anda sewa apartemen di Semarang. Biaya yang ketiga setelah sinking fund adalah biaya listrik, biasanya untuk apartemen kelas menengah Anda akan dikenakan tagihan listrik sekitar Rp500.000 – Rp1.000.00 per bulannya. Semua kembali lagi kepada pemakaian Anda, jika pemakaian listrik Anda berlebihan biasanya biaya listrik Anda bisa melebihi Rp1.000.000. Kemudian biaya selanjutnya yang wajib untuk Anda bayar adalah biaya air, untuk biaya air sendiri biasanya pengelola apartemen hanya memberikan tagihan sebesar Rp100.000 hingga Rp200.000 setiap bulannya kepada Anda. Dan sampai di biaya terakhir yakni biaya parkir, untuk biaya yang satu ini biasanya cukup berbeda-beda karena ada apartemen yang tidak menagih biaya untuk jasa penyewaan lahan parkir tetapi adapula apartemen yang membebankan biaya sewa lahan parkir kepada penghuninya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *