Pola Makan Sehat Terbaik Untuk Anak-Anak

Diantara umur 2 tahun dan 20 tahun, tubuh manusia akan berubah secara terus-menerus. Otot akan bertambah kuat, tulang bertambah panjang, tinggi badan yang bisa bertambah 2 kali lipat, bahkan berat badan bisa bertambah hampir 5 kali lipat. Perubahan yang paling signifikan terjadi saat puber, yang terjadi di usia 10 tahun – 15 tahun pada perempuan dan 12 tahun – 19 tahun pada pria. Perkembangan seksual dan kematangan akan berlangsung saat pubertas ini, yang juga berakibat pada transformasi fisik yang mengejutkan.

Pada masa-masa pertumbuhan, anak-anak butuh banyak energi; untuk anak 2 tahun, umumnya dibutuhkan 1,300 kalori per hari, 1,700 untuk anak 5 tahun, 2,200 untuk perempuan 16 tahun, 2,800 laki-laki 16 tahun.

Banyaknya makanan yang dibutuhkan setiap anak sebenarnya bervariasi, tergantung dari tinggi badan, berat badan, gender, dan tingkat aktivitasnya. Kebanyakan anak biasanya akan makan porsi yang tepat bagi mereka, artinya saat mereka merasa porsi makan mereka cukup, mereka akan berhenti; bagaimanapun juga, peran orang tua besar dalam hal ini, orang tua perlu memastikan agar anaknya memiliki pilihan makanan yang tepat. Orang tua sering terperangkap dengan prinsip lama, yaitu memaksa si anak untuk makan melebihi apa yang mereka inginkan atau butuhkan. Hati-hati. Prinsip seperti itu dapat membuat buah hati Anda makan belerbihan, yang mana akan menimbulkan masalah pada berat badannya. Para orang tua ada baiknya menyiapkan porsi makan yang kecil atau jika keadannya memungkinkan, para orang tua bisa memperbolehkan sang anak untuk menyiapkannya makanannya sendiri.

Balita (1-4 tahun): Penyesuaian Nafsu Makan

Hampir setiap anak, nafsu makannya melambat seiring tingkat pertumbuhan yang juga melambat setelah tahun pertama; Ini akan bervariasi sepanjang masa kanak-kanak, tergantung pada apakah anak tersebut mengalami periode pertumbuhan yang lambat atau cepat. Sangat normal bagi anak kecil bila suatu hari mereka makan dengan lahap dan kemudian nafsu makannya bertambah keesokan harinya. Memang, bahaya tersedak masih menjadi persoalan utama pada usia-usia seperti ini. Jadi, hendaknya tidak memberi mereka makanan yang mungkin bisa membuat mereka tersedak.

Saran berikut dapat membantu para orang tua untuk mengarahkan buah hati mereka menjalani pola makan yang sehat:

Siapkan beberapa cemilan. Setelah tahun pertamanya, anak-anak bisa makan dengan lahap, kenapa? Karena mereka membutuhkan energy yang besar. Tapi, di sisi lain perut mereka kecil. Solusinya adalah dengan menyiapkan cemilan atau makan dengan porsi kecil diluar jadwal makan utama. Mereka mungkin butuh 5 sampai 5 porsi kecil makanan atau cemilan dalam seharu. Jadwalkan buah hati Anda sehingga tidak menganggu jadwal makan utama mereka. Selang waktu setengah sampai satu jam biasanya akan cukup.

Masa sekolah (5-9 tahun): Keseimbangan dan Keragaman

Anak-anak butuh pilihan makanan yang beragam. Karbohidrat perlu mendapat bagian besar dari pola makannya. Karbohidrat yang dimaksud contohnya roti, sereal, buah, dan sayuran. Anak kecil juga butuh protein, jangan andalkan satu sumber protein saja, makanan berprotein lainnya juga bisa Anda kenalkan pada anak Anda, seperti susu, ikan, daging, kacang kedelai (dan bentuk olahan kacang kedelai lainnya), dan kombinasi antara biji-bijian dan kacang-kacangan. Oh iya, susu itu penting. Maka, disarankan agar anak yang berumur 5-9 tahun mengonsumsi 2-3 porsi produk susu setiap harinya. Susu dan yoghurt adalah contoh dari produk susu. Ada baiknya juga pilih susu yang tidak mengandung lemak atau susu skim.

Sertakan lemak diet atau lemak tidak jenuh. Kita semua membutuhkan lemak dengan jumlah yang pas agar fungsi-fungsi penting dalam tubuh dapat berjalan. Misalnya, beberapa vitamin (A, D, E, dan K) dapat diserap hanya dengan adanya lemak, dan lemak juga diperlukan untuk produksi kimiawi tubuh lainnya, termasuk hormon yang mengubah anak laki-laki dan anak perempuan menjadi pria dan wanita. Terlepas dari pentingnya lemak, asupan lemak yang berlebihan di masa kanak-kanak bisa menyebabkan obesitas dan menimbulkan penyakit orang dewasa. Anak-anak perlu mengonsumsi makanan yang mengandung lebih dari 30% energi dari lemak dan tidak lebih dari 10% energi dari lemak jenuh.

Naikkan asupan zat besi. Zat besi merupakan mineral penting untuk pertumbuhan dan perkembangan normal bagi anak. Sayangnya, banyak anak-anak memiliki perbekalan zat besi yang tidak memadai karena asupan makanan yang kaya akan zat besi mereka tidak mencukupi. Anak-anak perlu memiliki variasi makanan mencukupi yang kaya akan zat besi. Sebagai catatan tambahan, konsumsi makanan yang kaya akan vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi makanan.

Sumber: deherba.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *