Mengenal Mangga Alpukat, Buah Unik dari Pasuruan

Tidak ada yang aneh dari penampilan luar mangga ini, memiliki bentuk sama juga dengan mangga biasanya. Ketidaksamaan mulai merasa waktu Kamu mulai mengupasnya.

Mengenal Mangga Alpukat, Buah Unik dari Pasuruan
Mengenal Mangga Alpukat, Buah Unik dari Pasuruan

Tidak seperti mangga beda yang dikupas kulitnya, mangga ini dibelah dari tengah seperti alpukat. Penampilan dalamnya juga serupa alpukat dengan biji yg tidak melekat pada daging buahnya.
Buah yang unik ini sudah pasti mengambil alih banyak pengunjung Mangga Dua Square yang berlalu lalang. Banyak yang menduga kalau mangga ini dari luar negeri, tapi siapa kira buah ini di produksi petani lokal dari Pasuruan.

Ladi Khairullah, Ketua Paduan Grup Petani (Gapoktan) Pasuruan, mengungkap kalau ia mulai menanam buah ini mulai sejak 1995 serta memanen akhirnya 4 th. lalu.
Berarti, buah ini sesungguhnya telah ada mulai sejak lama di jual di Pasuruan, tetapi baru di kenal serta booming di sosial media beberapa waktu terakhir.

Awalannya ia takut dagangannya tidak laris mengingat ini baru awal kali mangga itu dibawa ke kota besar seperti Jakarta. Tetapi, tanggapan dari warga Jakarta nyatanya diluar sangkaannya.
” Nyatanya baru 3 hari jualan saja antusiasmenya mengagumkan. Pada akhirnya jualannya bingung karna sangat banyak yang belumi, tapi pelayannya dikit. Lalu kami dibantu oleh orang dari Mangga Dua-nya, ” lanjutnya.
Harga Rp 25. 000-Rp 30. 000 per kg. Mulai sejak pembukaan pameran dari tanggal 17 November 2017 sampai saat ini, sejumlah 6 truk atau 30 ton mangga ludes terjual. Gagasannya, pameran mangga ini juga akan berjalan sampai 26 November 2017 kelak.

Bahkan juga, sebagian artis seperti Shezy Idris turut coba buah ini serta mempromosikannya di sosial media. Sekarang ini, tulisan mengenai buah ini di facebook Mangga Dua Square sudah memperoleh 16. 000 likes.
Ladi menyebutkan, gagasannya beberapa petani Pasuruan juga akan berjualan sekali lagi waktu musim panen th. depan, yaitu pada Agustus sampai Desember. Ia mengharapkan penjualan mangga yang besar ini bisa menolong kesejahteraan petani lokal.
” Kami menginginkan petani nikmati hasil segera dari panennya, bukan sekedar tengkulaknya saja. Dan mangga-alpukat ini dapat jadi ikon Pasuruan juga, ” harapnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *