Fakta Seputar Pohon Kurma di Kuwait

 

kurma kuwait

Pohon kurma di kuwait bukan hal yang aneh karena sepengetahuan saya di negara timur tengah seperti kuwait pohon kurma itu banyak tumbuh bahkan di jadikan sebagai hiasan di jalan raya dan taman-taman publik dan lebih enaknya lagi kalau pohon kurma yang berada di ruang publik itu berbuah kita sebagai warga walaupun pendatang boleh mengambilnya secara gratis jadi siapa yang bisa meraih kurma dari pohonnya maka dialah pemiliknya asik yah kalau di sini untuk bisa mendapatkan kurma segar seperti yang di jual oleh kampoeng kurma kita harus merogoh kocek ratusan ribu tapi di kuwait sana gratis padahal yang merawat dan pemilik dari pohon kurma tersebut adalah dinas sosial

yang unik adalah ketika setelah selesai solat jumat banyak orang biasanya berjamaah mengambil buah kurma di pohon kurma yang sedang berbuah biasanya orang-orang mengambil buah kurma dari atas pohon menggunakan mobil jadi mereka parkirkan kendaraannya di bawah pohon lalu 1 orang naik nah sisa nya menunggu di bawah menadah buah-buah kurma yang berjatuhan seru banget karena berjamaah dan pastinya insya Alloh buah kurma yang di panen hasil nya berkah kuwait memang negara yang sangat makmur karena hasil minyak bumi sebagai komoditas utama negara ini selain itu kuwait juga penghasil minyak bumi terbesar ke-3 di dunia masya Alloh inilah yang di sebut dengan keberkahan semoga nanti indonesia juga bisa menjadi negara yang makmur seperti kuwait

Jadi kira-kira kapan yah di indonesia bisa punya pohon kurma yang banyak berbuah bermanfaat untuk ummat apalagi di indonesia harga kurma kan masih mahal jadi kalau ada konsep perkebunan pohon kurma pasti asik banget ya semoga dalam beberapa tahun kedepan bisa terwujud melalui program-program kampung kurma dan kita gak perlu ngarep bisa dapet oleh-oleh buah kurma dari para jamaah haji atau yang pulang umrah karena di indonesia sudah jadi pengekspor kurma ke negara-negara asia tenggara amin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *