Cara Rasulullah Melakukan Aqiqah

Rasulullah SAW sudah mencontohkan pelaksanaan aqiqahlewat kedua cucunya. Menurut hadist riwayat Ibnu Abbas RA menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW menyembelih kambing untuk untuk kedua cucunya masing-masing dengan 1 ekor kambing. Menurut hadist lainnya disebutkan jika beliau menyembelih 2 ekor kambing. Sementara sejumlah riwayat menjelaskan bahwa setiap bayi laki-laki diannjurkan disembelihkan 2 ekor kambing dan untuk bayi perempuan disembelihkan 1 ekor kambing.

Cara Rasulullah SAW Melakukan Aqiqah

Tata cara pelaksanaan ibadah ini di zaman Rasulullah SAW bisa juga dipelajari lewat sejumlah hadist. Menurut beberapa dalil diantaranya menjelaskan tentang jenis dan jumlah hewan yang disembelih, pembagian daging dan waktu pelaksanaan akikah.

Hewan Sembelihan

Dalam pelaksanaan, jumhur fukaha berpendapat jika hewan yang diperbolehkan untuk disembelih adalahhewan yang biasa disembelih pada kurban, terdiri dari 8 macam atau 4 pasang binatang, baik itu jantan maupun betina. Menurut Imam Malik, beliau lebih menyukai domba sebagai hewan kurban. Sedangkan menurut fukaha lainnya berpendapat bahwa unta merupakan hewan yang paling utama dibandingkan sapi dan domba. Perbedaan tersebut disebabkan adanya pertentangan yang terdapat dalam hadist-hadist tentang aqiqah. Sementara tentang jumlah hewan sembelihan mayoritas para ulama berpendapat jika hewan yang disembelih minimal 1 ekor hewan, baik untuk perempuan maupun laki-laki. Akan tetapi, menurut para ulama yang paling utama yaitu 1 ekor untuk bayi perempuan dan 2 ekor untuk bayi laki-laki.

Waktu Pelaksanaan

Mayoritas ulama sepakat berpendapat bahwa waktu pelaksanaan aqiqah yaitu di hari ketujuh setelah kelahirannya. Akan tetapi menurut pandangan dari para ulama, jika terlewat akikah boleh dilaksanakan di hari ke-14, atau bisa juga di hari ke-21 jika hari ke-14 masih belum mampu melaksanakannya. Akan tetapi jika setela 3 minggu ternyata masih tak mampu melakukannya, maka pelaksanaan akikah bisa dilakukan kapan saja saat sudah mampu. Sementara pada bayi yang telah meninggal sebelum di hari ke-7 juga disunahkan untuk diakikahkan. Aturan tersebut menurut para ulama berlaku juga bagi janin yang meninggal ketika masih berada dalam kandungan asalkan janin tersebut telah berusia 4 bulan dalam kandungan sang ibu.

Jadi untuk urusan aqiqah serahkan saja pada ahlinya yang sudah bertahun – tahun menggeluti usaha Paket Aqiqah Murah Depok dengan menu yang beragam dan harga termurah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *